Kubu Raya, – Sampai saat ini (19/9), usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut di Kubu Raya dan desa sekitarnya masih terus menjadi sorotan. Berdasarkan lansiran sampankalimantan.org pada 13 Juli yang lalu, menyampaikan prakirawan BMKG Supadio, Sutikno mengatakan, berdasar pantauan sensor modis di Kalbar yang dilakukan pada 10 Juli 2016, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat terdapat enam titik hotspot di Kabupaten Kubu Raya. Selain Kubu Raya, titik api ditemukan di beberapa kabupaten di antaranya Mempawah, Sambas, Sanggau, Sintang, Landak, Ketapang dan Kapuas Hulu.

kkr14-img_4490

“Api berkobar di lahan gambut Desa Kuala II, Kecamatan Sungai Raya, KKR, Kalbar pada Selasa (14/7/15). Aparat desa,  kepala desa dan ketua RT bersama-sama tim mereka memadamkan api yang sudah mendekati rumah warga ini. Foto: Sapariah Saturi (Mongabay)”

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar menyatakan, salah satu penyebabnya adalah, adanya aktivitas warga Kubu Raya yang membakar rumput sisa membuka lahan memicu adanya titik api di kabupaten tersebut.

“Di beberapa kecamatan hingga desa saat ini sudah memiliki kelompok masyarakat peduli api. Kami berkoordinasi dengan mereka untuk pro aktif membantu pemerintah menangani atau memadamkan titik api sehingga tidak merambah ke daerah lain,” papar Mokhtar pada wartawan sampankalimantan, Selasa (12/7).

Sebagai antisipasi, sebelumnnya masyarakat dilatih penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing. Dia mengimbau masyarakat setempat bisa langsung menghubungi BPBD Kubu Raya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, apabila kejadian karhutla tidak bisa ditangani masyarakat.

Sebagai program lanjutan untuk pencegahan karhutla, Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mochtar, mengusahakan pembuatan sekat kanal, embung, dan pembuatan sumur bor.

foto-ilustrasi-pembuatan-kanal-untuk-antisipasi-kebakaran-lahan

– Foto : Ilustrasi pembuatan kanal untuk antisipasi kebakaran lahan

“Program untuk penanggulangan kebakaran dan lahan di Kubu Raya tersebut diarahkan ke kecamatan Batu Ampar, Teluk Pakedai, dan kecamatan Kubu, dipilihnya daerah itu lantaran wilayah itu sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta memiliki hutan yang masih sangat luas,” kata dia, saat ditemui tim thetanjungpuratimes di Sungai Raya, Rabu (14/9).

Sampai saat ini, katanya sekat kanal dan embung sudah mulai dikerjakan, sedangkan untuk pembuatan sumur bor sudah sebanyak 29 sumur yang dikerjakan dari 49 titik sumur bor yang direncanakan akan dibangun.

Menurutnya, untuk penentuan titik-titik mana saja yang akan dibangun sumur bor, pihak LSM Sampan bersama kepala desa sudah melakukan survei untuk pembangunan sumur bor, karena kepala desa lebih mengetahui titik-titik mana yang harus dibangun.

Katadia lagi, dengan adanya bantuan yang datang dari luar untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan, pemerintah kabupaten Kubu Raya sangat mengapresiasi, dan tetap mendukung sepanjang memang bermanfaat bagi Kubu Raya.

“Sebagai pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kerajaan Norwegia, serta LSM Sampan yang memiliki kepedulian terhadap Kubu Raya terkait dengan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

 kkr10-img_4560

“Terancam. Kebakaran lahan sudah mendekati rumah warga. Kepulan asap dari lahan gambut di Desa Kuala II ini berjarak sekitar 10 meter dari rumah yang beratap daun ini. Foto: Sapariah Saturi/Mongabay”

Silahkan Tinggalkan Komentar